This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 11 September 2008

Kegiatan Penyaluran Zakat Siswa SMK Brawijaya Mojokerto


SMK Brawijaya Menyalurkan Zakat dari Anak didik ke Masyarakat sekitar.

Sebagaimana biasanya, pada bulan puasa, maka SMK Brawijaya Mojokerto melakukan kegiatan rutin terkait dengan peningkatan kualitas keimanan anak didik dan menumbuhkan rasa solidaritas serta kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang perlu mendapatkan bantuan.
SMK Brawijaya memang berusha sekuat tenaga untuk mnerapkan proses pembelajaran yang berdasar pada efektivitas program pembelajaran dengan mengutamakan kepraktisan metode yang bersifat implementatif terhadap kebutuhan masyarakat.
Untuk memperlancar program kegiatan sekolah, khususnya kegiatan OSIS, maka Kepala Sekolah mendelegasikan tugas kepada Waka Kesiswaan untuk menyelenggarakan kegiatan terkait dengan bulan puasa ini, yaitu pengumpulan zakat dan kegiatan pondok romadhon. Kegiatan ini secara aktif dilaksanakan oleh pengurus OSIS dengan bimbingan dari Pembina OSIS dan Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan.
Setiap tahun, keluarga besar SMK Brawijaya Mojokerto memang selalu melaku-kan kegiatan terkait dengan peningkatan kualitas keimanan dengan mengum-pulkan zakat di sekolah bagi anak didiknya. Hal ini merupakan konsep pembel-ajaran implementatif yang diterapkan di SMK Brawijaya Mojokerto.
Dan, sebagaimana umumnya, maka sebelum menyerahkan zakat ke panitia, OSIS, maka setiap anak harus mengucapkan akad zakat yang secara umum dapat kita katakan sebagai sebuah niat untuk menzakati diri dari segala hal yang mengotori diri. Zakat dapat juga dikatakan sebagai penyisihan sebagai harta yang kita miliki sebagai bagian milik orang-orang yang tidak mampu dan dititipkan Tuhan di dalam rejeki kita.
Maka, tidak heran jika pada beberap hari awal puasa saja sudah cukup banyak yayasan yang mengajuhkan permohonan untuk mendapatkan bagian dari pembagian/penyaluran zakat dari anak didik SMK Brawijaya Mojokerto. Cukup banyak yayasan yang pengirimkan permohonan/proposal untuk memanfaat-kan untuk berbagai kebutuhan, misalnya untuk memberikan makan bagi anak-anak yatim atau membangun sarana penampungan dan pemeliharaan anak-anak yatim dan sebagainya.
Tetapi, terkait dengan proses penyaluran zakat dari anak didik ini, panitia sudah mempunyai program penyalurannya, yaitu lebih mengutamakan untuk warga tidak mampu / fakir yang ada di sekitar sekolah. Hal ini merupakan salah satu bentuk kepedulian sekolah terhadap masyarakat sekitar sebagai mitra pendidik-an yang paling terdekat dan penting. Sebagaimana ajaran bahwa orang-orang yang ada di sekitar rumah kita hingga empat puluh rumah di kiri – kanan – depan – dan belakang adalah saudara yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari kita.
Untuk keperluan tersebut, maka pengurus OSIS bekerjasama dengan pengurus RT untuk mendapatkan data resmi mengenai warga yang benar-benar berhak menerima penyaluran zakat. Dengan cara seperti ini, maka setidaknya penyalur-an zakat benar-benar efektif dan tepat sasaran.
Ini merupakan kegiatan positif yang setiap tahun dilakukan oleh pengurus OSIS SMK Brawijaya. Dengan kegiatan rutin ini, maka setidaknya kita dapat mem-berikan bekal kehidupan keimanan seutuhnya kepada anak didik, sehingga tidak hanya mendapatkan materi teori saat proses pembelajaran, melainkan juga praktik langsung dalam kegiatan kemasyarakatan.
Selamat bagi pengurus OSIS yang secara khusus menangani kegiatan tanpa menuntut imbalan, melainkan didasari atas keimanan semata!

Cerita Pendek: Karya Siswa SMk Brawijaya Mojokerto


Aifin dan Arifan
(Saudara Kembar yang Terpisah)

Aifin dan Arifan adalah sudara kembar. Sejak umur 1 tahun merek berdua sudah terpisah. Arifan pada saat itu diinggalkan ibunya di kamar karena ibunya mau menyiapkan air untuk memandikan Arifan. Sedangkan Aifin digendong ayahnya di kebun belakang.
Tanpa disadari dua orang, yaitu waita dan laki-laki masuk lewat jendela dan mengambil Arifan dan membawanya pergi jauh. Saat air sudah siap, ibunya kembali ke kamar mengambil Arifan untuk dimandikan. Tetapi, apa yang terjadi sebuah teriakan yang membuat seluruh orang rumah maupun lura rumah pada kaget.
“Ada apa, ma?” tanya ayah.
‘Itu,Yah. Arifan,Yah, tidak ada. Arifan hilang, Yah..” sambil menangis, “Padahal tadi, maka tinggal sebentar untuk menyiapkan air tapi apa yang terjadi setelah mama kembali? Arifan sudah tidak ada, Yah…”
“Sudahlah, ma. Nanti kita cari Arifan bersama-sama, kalaupun belum ketemu, kita telepon polisi.”
“Tapi, yah. Mama merasa bersalah karena mneinggalkan Arifan sendirian…”
“Sudahlah, ma. Kita serahkan semuanya pada yang diatas, Tuhan!”
berhari-hari mencari tidak juga ketemu padahal sudah diumumkan di Koran, radio bahkan televisi juga belum ketemu. Pencarian pun berakhir saat umur Aifin 9 tahun.
Pada saat itu Aifin bertanya pada ayahnya,”Yah, ada apa dengan mama?”
“Tidak ada apa-aa, nak. Mama kamu hanya kelelahan..”
“Tapi kenapa mama selalu memanggil aku dengans ebutan Arifan sedangkan Ayah memanggilku Aifin?”
“Namaku itu sebetulnya siapa sih, Yah?”
“Nama kamu itu Richard Aifin..”
“Tapi kenapa mama?”
“ Oh..itu. mama kamu ngefans sama penyanyi terkenal dulu yang katanya wajahnya mirip sama kamu. Ya..Arifan itu…”
“ Oh…gitu ya Yah..”
Sekarang Aifin berumur 19 tahun. Dia bersekolah di SMAN 2 Brawijaya Malang. Pada liburan sekolah ini Aifin dan teman-temannya liburan ke Bali selama 2 minggu. Hari minggu Aifin dan teman-temannya brangkat ke Bali.
Begitu juga dengan Arifan sekarang juga umurnya 19 tahun. Dia bersekolah di SMN 1 Bali. Di Bali nama Arifan diganti oleh pengasuh yang menculiknya menjadi Dewa Arifan atau Dewa. Dewa diasuh dengan penuh kasih saying seperti anak kandungnya sendiri. Liburan sekolahini Dewa dengan teman-temannya berlibur ke kota Malang selama 2 minggu. Sama dengan Aifin, Dewa juga pergi pada hari minggu.
Jam 03.00 Aifin sampai di Bali. Dia dan teman-temannya mencari tempat pengiapan yang tanpa sengaja dekat dengan tempat tinggal Dewa atau Arifan itu.
Sama dengan Aifin, Dewa juga tiba di malang jam 03.00. Dewa mencari rumah penginapan, dimana penginapan tersebut dekat dengan tempat tinggal tantenya, yang sebenarnya Dewa tidak tahu kalau mempunyai tante.
Pada [agi hari Aifin dan teman-temannya jalan-jalan menuju panati. Di jalan Aifin disapa dengan panggilan Dewa, dan banyak orang di jalan yang senyum, terlihat rama seakan-akan mereka akarab, padahal ifin baru kali ini pergi ke Bali. Aifin-pun bingung kenapa tadi ia dipanggil Dewa, padahal namanya Aifin. Teman-teman Aifin juga ikut bingung.
Sedangkan Dewa dan teman-temannya perggi mencari makanan utuk sarapan. Langkah Dewa terhenti saat ada seorang wanita memanggil dirinya Aifin. Wanita itu berkata:
“ Fin, katanya kamu liburan ke Bali? Kamu ke sini ke rumahnya tante ya? Ada apa? Apa ada masalah di rumah?”
Dewa-pun bingung.
“Maaf, bu. Saya bukan Aifin, saya Dewa”.
“ Dewa Shiwa maksudmu?! Ach, kamu jangan bercanda. Kamu kan tahu tante nggak suka bercanda..”
dalam pikiran Dewa, dia menganggap kalau wanita itu gila, dia dan teman-temannya lari dengan cepat mneuju penginapan dan tidakjadi membeli makanan.
Wanita itupun berterika, “Fin, ada apa? Kenapa kamu lari?”
Wanita itu atau tante Shanty itu bingung dan setelah itu dia langsung menuju ke rumah Aifin.
Ting tong, suara bel berbunyi. Salah satu pembantu membukakan pintu.
“Oh…ibu, ada apa, bu?”
“Dimana bu Umi?”
“Itu ibu ada di kamar..”
Tante Shantypun menuju ke kamar bu Umi, kakaknya.
Tok…tok….
“Siapa?”
“Aku,kak…Shanty….”
“Oh… masuk aja…”
“Kakak sedang apa?”
“Aku habis mandi. Ada apa kamu ke sini, Shanty?”
“Aku Cuma mau menanyakan satu hal. Aifin apa tidak jadi liburan ke Bali?”
“Lho, masa kamu tidak tahu? Dia kan pamitan ke kamu!”
“Iya, sih. Tapi tadi dia ada di sekitar rumahku!”
“Masa sih?”
“Iya, kak.”
“Coba aku hubungi dia!”
Bu Umi meraih handphone yang ada di teras lemari cerminnya.
“Haloo… Aifin?”
“Iya, mam. Ada apa, mam?’
“Tidak ada apa-apa. Kamu sekarang ada dimana?”
“Lho…aku kan liburan ke Bali sama teman-teman. Mama lupa ya??”
“ Tidak. Ini nich, tantemu mau ngomong kalau kamu sekarang ada di Malang. Kamu tidak di bali…”
“Iya, tante. Kalau tante nggak percaya dengarkan ini! Suara ombak, burung camar, dan musik tradisional Bali.”
“Bener ya, nggak bohong?”
“Iya, tante. Aku berani bersumpah!”
“ya udah. Kalau begitu hati-hati ya disana..”
“Iya tante…”
“Bagaimana, kamu udah percaya sekarang?”
“Iya, kaka. Tapi yang tadi itu kalau bukan Aifin terus siapa?”
Mereka berdua-pun berpikir dan secara serempak mereka berucap bersamaan: “ Mungkin itu Arifan!”
“Sekarang ada dimana?”
“Tidak tahu kak. Tadi aku tahu di depan warung sebelah rumahku..”
“Ayo kita kesana!”
Mereka berdua menuju ke warung, dimana kata tante Shanty melihat Aifin yang katanya Arifan itu.
Sedangkan yang terjadi di Bali, Aifin dan teman-temannya berenang. Setelah itu kembali ke penginapan. Sampai di sana mereka berniat untuk kembali ke Malang karena uang mereka mulai menipis.
Bu Umi dan tante Shanty menuju ke tempat, dimana Arifan berada. Sampai di sana tidak lama kemudian Aifin menghubungi mamanya.
“Halo, mama. Ma aku sudah sampai di rumah, lho…”
“Katanya 2 minggu?”
“Rencananya begitu tapi uang kami habis. Jadi takut tidak bisa pulang. Mama sekarang ada dimana?”
“Mama ada di rumah tante Shanty. Kamu cepat ke sini ya..”
“Iya, ma. Aku segera kesana…”
Tidak lama kemudian Aifin datang.
“Ada apa, ma?”
“Tidak ada apa-apa. Apa benar kamu pergi ke Bali? Tidak bohong sama mama?”
“Aifin kan sudah bilang sama mama kalauAifin liburan ke Bali. Laian Aifin kan tidak suka berbohong!”
“Iya, deh. Mama percaya. Ayo kita pulang!”
“Tapi, kak. Arifan bagaimana?”
“Mungkin itu hanya halusinasimu saja. Lagian kamu kenapa membuatku sedih mengingat Arifan?!”
“Tidak kak. Itu beneran kok!”
“Ma, siapa sih Arifan itu?” Tanya Aifin.
“Tidak. Bukan siapa-siapa kok!”
“Tidak. Pasti ada yang disembunyikan dari aku. Ayo dong ma kasih tahu…”
Tidak lama kemudian ayah menelpon.
“Ma, mama ada dimana?”
“Di rumahnya Shanty.. Mama dengan Aifin di sini.”
“Aifin sudah pulang ya mam?”
“Iya, yah. Ayah ke sini ya…”
Aifin terus bertanya pada mamanya tapi tidak dihiraukan oleh mamanya. Ayahnya datang. Mama menyuruh ayahnya untuk menceritakan tentang Arifan.
“Iya dong Yah, ceritakan Aifin dari dulu kan penasaran..”
“Iya…iya…. Arifan itu adik kamu. Kalian itu saudara kembar. Waktu kecil Arifan hilang saat ditinggal mamamu di kamar untuk menyiapkan air untuk memandikannya. Sampai sekarangpun belum ketemu…”
“Lho, kenapa mama menangis?” Tanya Aifin saat melihat mamanya menangis.
“ Mama bersalah karena telah meninggalkan Arifan sendirian sehingga arifan hilang. Mungkin diculik orang…”
“ Jangan cengeng, ma. Mama kan bilang pada Aifin kalau mama tidak suka anak yang cengeng, kok sekarang mama yang cengeng?”
“Ayo kita pulang. Nanti kita kemalaman”
“Ayo kak, Shanty antar sampai di depan.”
Sesampai di depan halaman, tante Shanty melihat sesosok wajah mirip Aifin yang sedang makan di warung sebelah.
“Kak…kak itu kak… di warung ..”
“Apa Shanty?”
“Itu…kak. Mungkin Arifan..”
“Mana?”
“Itu kak di warung, lagi makan.”
“iya…ayo kita kesana!”
aifin, Ayah, Bu Umi dan tante Shanty mneuju dimana warung tempat Arifan makan.
“Arifan!” bu Umi memeluk Dewa atau Arifan itu.
Dewa-pun bingung.
“Ada apa, bu?”
“Kamu anakku…!”
Dewa-pun tidak percaya. Dewa dan teman-temannya berpikir kalau di lingkungan ini banyak orang gilanya.
Kemudian bu Umi menunjukkan Aifin kakaknya yang mukanya mirip dengannya.
“Dia kakakmu! Kalian ini saudara kembar. Sejak umur 1 tahun, kamu hilang diculik orang!”
Teman-teman Dewa-pun bertambah bingung, kalau Dewa ada dua. Dewa dan teman-temannya pun percaya.
“Ayo sekarang kamu ikut mama. Kita sekarang pulang. Alan kutunjukkan bukti kalau kamu itu Arifan!”
Sesampai di rumah, Dewa melihat rumah itu seperti istana, tidak seperti rumahnya di Bali.
“Ini dia foto kalian waktu masih berumur 1 tahun. Ini kamu Arifan, kamu mempunyai tahi lalat besar di pahamu. Iya, kan?”
“ Iya, bu..”
“Jangan panggil aku bu, aku ini mamamu dan ini ayahmu. Ini kakakmu Aifin.”
“Selamat dating di rumah adikku Arifan,”kata Aifin.
“Terima kasih, kak!”
sementara itu teman-teman Dewa atau Arifan di penginapan sdang mneunggu dia yang rencananya mereka mau pulang lebih cepat. Setelah Dewa datang dengan Aifin kakaknya, dia berkata:
“Kalian kembali saja dulu dan tolong bilang sama ibu dan bapak di Bali. Suruh datang ke sini..”
“Iya, kamu hati-hati ya disini Dewa..”
“Iya, selamat tinggal teman-teman…”

Mosy salah satu teman Dewa memberitahukan kepada ibu dan bapaknya Dewa kalau mereka berdua disuruh ke Malang menyusul Dewa, di penginapan. Dalam hatinya mereka berdua bertanya-tanya.
Setelah sampai di Malang, mereka berdua dikejutkan oleh dua Dewa. Karena sebelumnya mereka berdua tidak tahu sebenarnya Dewa mempunyai saudara kembar. Setelah itu mereka berdua ditanyai oleh bu Umi, Aifin dan Arifan.
“Kenapa kalian menculik anakku?” Tanya bu Umi
“Karena kami ingin mempunyai anak sedangkan kami tidak bisa mempunyai anak. Hanya ingin mempuyai anak. Satu-satunya jalan keluar agar kami dapat mempunyai seorang anak…”
“Ya udah, tidak apa-apa” kata ayah.
“Terima aksih kalian telah membesarkan Arifan dan memebrikan kasih saying seakan kalian orangtua kandungnya dan Arifan memohon kepada kami kalau kalian berdua tidak dipenjara. Tapi kalian tetap menjadi orangtua asuhnya Arifan…”
“Terima kasih, pak. Kami berdua sangat senang sekali…”
“Sama-sama dan sekarang Ayah dan ibunya Aifin dan Arifan ada dua..Hore….” teriak Aifin dan Arifan berbarengan!

Tammat

Cerita Pendek: Karya Siswa SMk Brawijaya Mojokerto


Ada apa dengan hari Senin dan Selasa??
Oleh: Alfin, Kelas I TPm 2

Hari Senin ini Aifin tidak masuk sekolah, dan tidak ada pemberitahuan dari rumah, kata teman-temannya ketika ditanya oleh bu Eiya.
Mereka selalu menjawab: “ Kalau setiap hari Senin dan Selasa Aifin selalu absen”. Sedangkan di hari yang lain Aifin sangat aktif!
“ Tolong anak-anak ya,kalau Aifin masuk suruh menghadap ke saya!” kata Bu Eiya.
Hari ini, hari Rabu, Aifin mulai masuk dan salah satu temannya. Lisa memberitahukan kepada Aifin kalau Aifin dipanggil Bu Eiya.
Dalam hatinya Aifin bertanya-tanya dan perasaan takut mendengar dirinya dipanggil Bu Eiya. Setelah itu Aifin langsung mneuju ke ruang guru, menghadap Bu Eiya.
“Assalamu’alaikum…”
“Waalaikum salam….. Ada apa Fin?”
“Tidak, pak. Katanya saya dipanggil Bu Eiya…”
“ Masuk, Fin…..” terdengar suara Bu Eiya yang habis keluar dari toilet.
“ Ada apa bu, kok saya dipanggil ?”
“ Kenapa setiap hari Senin dan Selasa kamu tidak pernah masuk?” tanya bu Eiya.
“Saya hari Senin dan Selasa tidak pernah masuk karena saya tidak punya celana untk saya pakai. Sementara celana saya bagian pantatnya sobek besar dan tidak mungkin lagi dijahit karena tidak bisa dipakai lagi dan sedangkan untuk membeli yang baru saja, saya tidak mampu. Ibu kan tahu keluarga saya miskin dan sekolah yang menanggung biayakan bu Eiya…”
“Kamu itu Fin…kalau ada apa-apa bilang ke ibu, mungkin saja ibu bisa membantu, ya sudah masuk ke kelas sana!”
Dengan penuh rasa gelisah, Aifin langsung menuju ke kelas dan meng-ikuti pelajaran seperti biasanya.
Pada esok harinya saat pelajaran sudah dimulai, kata teman Aifin. Aifin dipanggil bu Eiya. Setelah mendengar itu Aifin menuju ke ruang guru.
“ Assalamu’alaikum…”
“Walaikum salam…”
“Ada apa bu…?” kata Aifin dengan nada takut.
“Tolong kamu buka bungkusan di sebelahmu itu…!” perintah bu Eiya.
“Apa ini, bu?”
“Jangan banyak Tanya. Cepat kamu buka!” perintah bu Eiya keras.
Aifin menjadi takut ketika dibentak bu Eiya.
Saat dibuka, yang terlihat adalah sebuah celana baru yang biasa dipakai pada hari Senin dan Selasa.
“ Ini untuk saya, Bu?” dengan hati gembira Aifin bertanya.
“Iya…” kata bu Eiya sambil tersenyum.
Oh…. Aifin merasa terharu karena terlarut dalam kebaikannya bu Eiya.
“Terima kasih, bu. Terima kasih banyak, akan saya pakai celana ini dan akan saya jaga baik-baik agar tidak sobek lagi…”
“ Sama-sama tapi kamu harus lebih giat lagi belajar, supaya kamu pintar. Kalau kamu enak kan kamu yang senang…!”

Puisi Anak Didik SMK Brawijaya Mojokerto


KemurahanMu

Kau memberikan kami udara
yang kami hirup tanpa kami bayar
Kau berikan bumi ini tanpa Kau minta balas kasih

Kami tahu….
Kau hanya ingin
kami bersujud
menyembahMu
dan mengakui Kau ada

kami bersyukur padaMu
Kau memuliakan kami
Kau menyempurnakan kami
Dari semua yang telah Engkau ciptakan

Mat kami bisa melihat
Tangan kami bisa bergerak
Kami bisa berbicara
Kami bisa mendengar

Kami bersyukur
Semua itu tidak Kau ambil
Apa jadinya semua itu
Jika tidak berfungsi?!

Kami berjanji
Bumi ini akan kami jaga
Seperti kami menjaga
Diri kami sendiri









Buku

Kau selalu setia
Mengajari dan membimbingku
Di kala aku susah
Di dalam kebodohanku

Setiap kali aku membukamu
Senyum lebarmu menyapaku
Yang siap mengantarku
Pergi ke alam pengetahuan

Terima kasih buku
Kaulah pahlawan berjasa
Yang selalu ada
Di kala aku bingung!


Rinduku

Ibu……
Kau telah mengukir namamu
Di dalam hatiku
Cinta yang engkau berikan
Takkan pernah kulupakan

Ibu……
Di sini aku merindukanmu
Tapi aku tahu kalaupun aku sedih
Kau tidak akan tenang

Andai aku bisa mengubah
Waktu
Tak akan kuulangi
Kesalahanku padamu

Ibu……. aku tahu
Surga ada di bawah telapak kaki ibu
Maka karena itulah
Maafkan kesalahanku, ibu!



Karunia Tuhan

Seiring alam
Dadaku terasa hangat
Penuh nikmat dan bahagia
Merasuk ke kalbu

Inginku bersorak
Betapa indahnya alam ini
Hai.. manusia jangan kau rusak
Karunia ini!

Tugasmu hanya menjaga,
Memanfaatkannya,
Apakah itu kurang baik untukmu??!

Bersyukurlah kepada yang illahi
Kau masih bisa mneikmati semua ini!


Guruku

Kau tumpahkan,
Kau masukkan
Semua ilmu
Pada ingatan kami

Kau berusaha dengan sekuat tenaga
Agar kami dapat menggapai
Masa depan yang lebih baik

Guruku…….
Kaulah pahlawanku
Pahlawan tanpa tanda jasa!

Kegiatan Pondok Ramadhan di SMK Brawijaya Mojokerto


Sebagaimana biasanya, setiap bulan puasa, maka sesuai dengan kalender pendidikan yang diterbitkan oleh Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, maka untuk tahun pelajaran 2008/2009 masuk dalam kelompok Hari Efektif Fakultatif (HEF), yaitu kelompok hari yang dapat dikatakan sebagai hari efektif tetapi tidak seefektif hari-hari biasanya. Pada kelompok hari ini sekolah diberikan kewenangan untuk mengatur kegiatan proses pembelajarannya sesuai dengan otonomi sekolahnya.
Untuk tahun pelajaran 2008/2009 ini SMK Brawijaya Mojokerto, mem-pergunakan kelompok hari efektif fakultatif ini sebagai kegiatan pembelajaran sebagaimana biasanya, hanya saja alokasi waktu yang biasanya 45 menit, maka pada bulan ini alokasi waktunya hanya 30 menit sehingga jika biasanya proses pembelajaran selesai pada pukul 12.40, maka pada bulan puasa ini selesai pada 11.20. Sementara jam masuknya tetap jam 7 pagi!
Ini merupakan kebijakan khusus yang diambil oleh pimpinan sekolah dengan mempertimbangkan kondisi kondusif yang sudah tercipta di sekolah. Hal ini untuk menghindarkan terjadinya pembiasan kondisi sehingga kedisiplinan yang sudah tercipta dapat mengalami erosi karena perubahan waktu. Pimpinan sekolah berharap agar dengan kebijakan ini, selain murid, guru juga terbiasa untuk menjaga kedisiplinan yang sudah terkondisikan selama ini.
Dan, ternyata kebijakan tersebut dapat berjalan sebagaimana prediksi yang sudah ditengarai oleh pimpinan sekolah. Kedisiplinan anak didik tidak begitu berubah. Kalaupun ada yang tertinggal, itu hanya sebagian saja dengan alasan kegiatan malam di bulan ramadhan. Tetapi jelas terlihat di wajah anak-anak sikap sadar atas kesalahan disiplin yang dilakukannya. Hal ini sungguh sangat membanggakan, tentunya sangat lain dibandingkan kondisi sebelumnya.
Sungguh, kondisi ini sangat membahagiakan sebab sudah menggambarkan adanya perubahan yang sangat signifikan sesuai dengan visi dan misi yang diharapkan oleh pimpinan sekolah dan yayasan. Dimana dalam hal ini para pimpinan berharap adanya perubahan paradikma dan pola pemikiran para guru untuk membawa anak didik menjadi menyadari atas tugas dan kewajibannya sebagai siswa, yaitu belajar maksimal!
Sementara untuk kegiatan keagamaan di bulan ramadhan ini, maka OSIS dengan dukungan Guru Agama serta staf sekolah mengadakan kegiatan Pondok Ramadhan di sekolah. Pondok Ramadhan ini merupakan bentuk atau perwujud-an dari kesadaran atas pola kehidupan beragama masing-masing anak didik.
Kegiatan Pondok Ramadhan SMK Brawijaya Mojokerto diselenggarakan mulai tanggal 8 September 2008 sampai tanggal 12 September 2008. setiap hari akan dijalani oleh sekitar 3 (tiga) kelas. Dan, kegiatan dilakukan secara terpusat dan terpencar. Terpusatnya diakukan di mushola yang dimiliki oleh sekolah, sedang-kan kegiatan terpencarnya dilakukan pada kelas-kelas tertentu yang dialokasi-kan untuk kegiatan tersebut.
Pada sisi yang lain, kelas-kelas yang tidak terjadwal kegiatan Pondok Ramadhan tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran sebagaimana biasanya, sesuai jadwal yang ada. Mereka tetap mengikuti proses pembelajaran dengan alokasi waktu yang sudah ditentukan, yaitu 30 menit setiap jam pelajarannya.
Tentunya secara imej kita membayangkan betapa waktu tidak akan efektif. Tetapi dengan kenyakinan yang bagus, maka segala kegelisahan tersebut tidak bakal terjadi. Sesuatu terjadi karena kita tidak mempunyai keyakinan yang cukup besar untuk mewujudkan apa yang kita harapkan!
Kegiatan lain yang akan dilakukan oleh SMK Brawijaya Mojokerto pada bulan Puasa ini adalah kegiatan Ulangan tengah semester Ganjil 2008/2009 yang akan diselenggarakan dari tanggal 15 September sampai 20 September 2008. Ulangan ini bertujuan untuk lebih mengefektifkan proses pembelajaran sehingga dapat mengetahui atau mengevaluasi hasil kegiatan selama dua bulan terakhir. Hal ini sangat penting dilakukan sebagai upaya untuk memposisikan anak didik selau siap menghadapi evaluasi atas kegiatan yang sudah dilakukannya.
Dan, pada akhir bulan puasa, umumnya OSIS akan melakukan kegiatan pem-bagian zakat yang berhasil dikumpulkan dari para siswa untuk para fakir dari masyarakat sekitar sekolah. Ini sangat diutamakan. Setelah masyarakat sekitar mendapatkan bagiannya, maka beras atau lainnya yang ada dibagikan ke panti-panti yang ada di sekitar kota Mojokerto.
Kegiatan pengumpulan dan pembagian zakat di sekolah merupakan bentuk pembelajaran untuk meningkatkan rasa sosial dan solidaritas sesama umat. Dan, sejak seminggu yang lalu, beberapa panti dan yayasan sudah melayangkan surat permintaan saluran zakat dari SMK Brawijaya Mojokerto.
Selamat untuk SMK Brawijaya Mojokerto!
Semoga visi dan misi yang ditetapkan para pimpinan saat sekarang dapat menjadi sebuah kenyataan yang tidak mengecewakan! Dan hal tersebut sudah yakin!

Sabtu, 06 September 2008

Kegiatan Praktek Di bengkel Pemesinan





Kegiatan Praktek di Bengkel otomotif





Gambar Kegiatan di SMk Brawijaya








Kegiatan KIR yang tiada pernah sepi

Artikel Terbaru